Perspektif Independent Woman dalam Menegosiasikan Kesetaraan Pernikahan

Analisis Hegemoni Maskulinitas di Kelurahan Gondangdia Jakarta Pusat

Authors

  • Almira Aulia Azzahra Universitas Negeri Surabaya
  • Refti Handini Listyani Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.37329/ganaya.v9i1.5257

Keywords:

Wanita Mandiri, Egaliter, Pernikahan, Hegemoni Maskulinitas

Abstract

The rise of women's independence, or the phenomenon of the Independent Woman in various contexts, such as education, finances, and self-control, has created new expectations for partners and marriage. This study contributes to social and gender studies with the aim of subjectively analyzing how independent women negotiate forms of equality in marriage, examined from several aspects, including education, finances, decision-making, domestic roles, and emotional support. This study uses qualitative methods with a phenomenological approach and R.W. Connell's theory of masculine hegemony as an analytical tool. Subjects were determined using purposive sampling and snowball sampling techniques involving single and married women. The results show that there are differences in negotiation experiences based on the actual and prospective practices of independent women. These findings also confirm that independent women do not passively accept the hegemony of masculinity that still prevails in the realm of marriage, but rather apply it more flexibly according to their individual lives. By comparing the experiences of single and married independent women, which have rarely been studied empirically, this study is expected to reflect on the importance of real husband-wife partnerships in reducing the likelihood of inequality.

References

Abdillah, H., Ulhaq, I. S. F. A., Alfauzan, D. F. Z. S., Arzaqy, M. F., Yens, D., & Moh. F. M. (2025). Membincang Hegemoni Maskulinitas. Jakarta: Unusia Press.

Ampa, A. T. (2011). Budaya Masyarakat dan Implikasinya Terhadap Keterlibatan Suami dalam Kegiatan Rumah Tangga. Egalita: Jurnal Kesetaraan dan Keadilan Gender, 6(2), 103-113.

Anisya, N., Heniyati, H., & Kamalia, E. R. (2024). Coping Strategi Perempuan Lajang Terhadap Stigma Perawan Tua. Ijougs: Indonesia Journal of Gender Studies, 4(2), 21-36.

Damiri, D. (2023). Transformasi Gender dalam Keluarga Multikultural. Harakat an-Nisa: Jurnal Studi Gender dan Anak, 8(1), 33-42.

Firdaussia, I. (2022). Pandangan Masyarakat Terhadap Istri Berpendidikan Lebih Tinggi dari Suami Perspektif Gender. SAKINA: Journal of Family Studies, 6(2).

Khulaifah, A., Mashuri, M. M., Rohtih, W. A., & Mufid, M. A. (2023). Urgensi Kesetaraan Pasangan Sekufu’ dalam Al-Qur’an (Tinjauan Tematik Konseptual Perspektif Tafsir Maqashidi). Triwikrama: Jurnal Multidisiplin Ilmu Sosial, 1(2), 1-10.

Listyani, R. H., Dhuha, M. S., Rosidah, E. D., & Sailurroqma, R. I. (2024). Hegemonic Masculinity in the Tradition of Women Proposing Marriage. HUMANISMA: Journal of Gender Studies, 8(2), 180-195.

Maulana, L. F. (2023). Ayah Rumah Tangga: Evolusi Maskulinitas di Era Modern. Journal of Feminism and Gender Studies, 3(2), 169-185.

Mukhtaramin, A., Khairuddin, K., & Sitorus, I. R. (2023). Kesetaraan Dalam Memilih Pasangan Untuk Membangun Keharmonisan Rumah Tangga Perspektif Maqashid Syari’ah. QIYAS: Jurnal Hukum Islam & Peradilan, 8(2), 294-305.

Nasirudin, H., & Multazam, U. (2025). Dinamika Gender dalam Pernikahan: Reduksi Maskulinitas dan Keseimbangan Relasi Suami Istri. Jurnal Al Wasith: Jurnal Studi Hukum Islam, 10(1), 27-38.

Neang, E. H. D., Bura, T., Mutmainnah, F. A., & Yuanti, A. (2025). Analisis Kesetaraan Gender dalam Rumah Tangga Keluarga Modern Dalam Penerapan di Lingkungan Pasutri (Pengantin yang Menikah Mudah). WISSEN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 3(1), 321-334.

Nihayah, U. (2024). Independent Woman: Kunci Kesuksesan Perempuan di Tengah Ketidakpastian.

Pricillia, W. R. R. (2021). Menjadi Perempuan Lajang Bukan Masalah. Yogyakarta: Odise Publishing.

Puspitaningrum, P. A. E., & Philia, M. (2025). The Meaning of Marriage for Single Career Women in Urban Areas. Riwayat: Educational Journal of History and Humanities, 8(4), 7840-7848.

Putri, D. P. K., & Lestari, S. (2015). Pembagian Peran dalam Rumah Tangga Pada Pasangan Suami Istri Jawa. Jurnal Penelitian Humaniora, 16(1), 72-85.

Putri, R. D., Fahadi, P. R., Kusumaningtyas, A. P., Utomo, A., & Sutopo, O. R. (2020). Navigating the Future Husband: Perempuan Muda, Negosiasi Pernikahan dan Perubahan Sosial. Jurnal Studi Pemuda, 9(2), 90-103.

Rahmawati, Y., & Afrizal, S. (2023). Peran Gender Dalam Pengambilan Keputusan Rumah Tangga Keluarga Pedesaan. Hermeneutika: Jurnal Hermeneutika, 9(2), 17-33.

Raihana, S. N., & Abdullah, H. M. (2024). Analisis Sosiokultural Penundaan Pernikahan pada Wanita Karir: Studi Kasus Kota Depok. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(1).

Repi, A. A., & Maliombo, N. E. (2022). Karir atau Hubungan, Manakah Pilihanku? Pengambilan Keputusan Menikah Pada Wanita Karir. Psychopreneur Journal, 6(2), 60-75.

Rofi’ah, S. (2015). Membangun Pola Relasi Keluarga Berbasis Kesetaraan dan Keadilan Gender. Muwazah, 7(2), 93-107.

Sartika, R. D., Yahya, A. A., Susilo, G. P., & Nurdin, N. (2025). Kesenjangan Gender dalam Dunia Kerja dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Nasional. Triwikrama: Jurnal Multidisiplin Ilmu Sosial, 9(3), 61-70.

Solichin, N. M. (2025). A Two-Sided Dilemma: Gender Construction and The Struggle For Equality In Early Marriage In Indonesia. YUDISIA: Jurnal Pemikiran Hukum Dan Hukum Islam, 16(1), 54-66.

Vikram, K. (2024). Modern Marriage in a Traditional Society: The Influence of College Education on Marriage in India. Journal of Family Issues, 45(5), 1116-1141.

Downloads

Published

11-02-2026

How to Cite

Azzahra, A. A., & Listyani, R. H. (2026). Perspektif Independent Woman dalam Menegosiasikan Kesetaraan Pernikahan: Analisis Hegemoni Maskulinitas di Kelurahan Gondangdia Jakarta Pusat. Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 9(1), 374–385. https://doi.org/10.37329/ganaya.v9i1.5257

Issue

Section

Articles