Dinamika Sosiologis Pengelola Lembaga Pendidikan Keagamaan Hindu Pasca Keluarnya Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2024 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Widyalaya

Authors

  • I Made Bagus Andi Purnomo Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan
  • I Nyoman Ariyoga Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan
  • Ni Putu Candra Prastya Dewi Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan
  • Made Devia Paramitha Putera Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan

DOI:

https://doi.org/10.37329/jpah.v10i3.3990

Keywords:

Widyalaya, PMA Number 2 of 2024, Sociological Dynamics, Hindu Religious Education, Institutional Management

Abstract

The enactment of Regulation of the Minister of Religious Affairs (PMA) Number 2 of 2024 on the Implementation of Widyalaya Education represents a significant policy shift in the governance of Hindu religious education in Indonesia. This regulation encourages the transformation of formal pasraman into widyalaya as general education institutions with a Hindu character that are fully integrated into the national education system. This study aims to analyze the sociological dynamics experienced by the management of Hindu religious educational institutions after the implementation of PMA 2/2024, focusing on institutional integration, changes in managerial roles and functions, and the resulting socio-cultural implications. The research adopts a qualitative approach using a case study method at Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra in Buleleng Regency, Bali. Data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis, and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings indicate that PMA 2/2024 has driven governance standardization, strengthened institutional legitimacy, enhanced managerial professionalism, and clarified the position of widyalaya as formal educational institutions equivalent to general schools with religious characteristics. The integration of formal pasraman into widyalaya has improved diploma recognition, access to government support, and public trust. Nevertheless, the transformation also presents adaptation challenges, including curriculum adjustments, increased administrative workloads, limited institutional resources, and social resistance related to changes in institutional identity and internal power relations. In conclusion, PMA 2/2024 constitutes a strategic momentum for the integrative and adaptive transformation of Hindu religious educational institutions. The success of its implementation depends largely on managerial readiness, stakeholder support, and the ability of widyalaya to balance traditional religious values with the bureaucratic demands of modern formal education.

References

Abdullah, M. (2019). School Culture To Serve Performance Of Madrasah In Indonesia. Qudus International Journal of Islamic Studies, 7(1), 71-100.

Adi Ana, K. T., Adinata, K., & Gunawan, K. P. (2023). Tantangan dan Strategi Pengembangan Pasraman Formal di Indonesia. Buleleng: Mertajati Widya Mandala.

Andreassen, B. O. (2019). ‘Knowledge About Religions’ And Analytical Skills in Religious Education: Reflections From a Norwegian Context. Center for Educational Policy Studies Journal, 9(4), 73-90.

Anshori, I. (2017). Penguatan Pendidikan Karakter di Madrasah. Halaqa: Islamic Education Journal, 1(2), 63-74.

Aprilia, S., & Juniarti, U. (2022). Implementasi Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons Dalam Upaya Melestarikan Tradisi Islam Melayu Nganggung Dulang Di Bangka Belitung. Jurnal Dialoka: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi Islam, 1(01), 18-37.

Atika, A., Febriyani, I., Wahyuni, S. I., & Arifin, Z. (2023). Manajemen Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang. Jurnal Pendidikan Madrasah, 8(1), 115-128.

Admodjo, S. S., Kutoyo, S., Rakhman, S., Arfa, D., Riady, Y., Rotikan, K. J., Wahyuni, Y., & Sari, A. R. (2023). Sistem Sosial Indonesia. Purbalingga: CV. Eureka Media Aksara.

Belawati, T. (2003). Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Universitas Terbuka.

Bush, T. (2003). Theories of Educational Leadership and Management. Thousand Oaks: Sage Publications.

Ekayanti, L. N., & Yasini, K. (2024). Peranan Pasraman Formal dalam Pembentukan Karakter Siswa (Studi di Utama Widya Pasraman Wira Dharma Palu). Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu, 15(1), 1-20.

Faruk, R. (2014). Analisis Fungsi Manajemen Di Madrasah Aliyah (MA) Ali Maksum Krapyak Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 11(2), 185-200.

Fullan, M. (2007). Curriculum Implementation and Sustainability. Thousand Oaks: Corwin Press.

Hargreaves, A., & Shirly, D. (2009). The Fourth Way: The Inspiring Future For Educational Change. Thousand Oaks: Corwin Press.

Isnaini, M. (2013). Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Di Madrasah. Al-Ta Lim Journal, 20(3), 445-450.

Kiriana, I. N. (2021). Pasraman Branding: Tantangan dan Strategi. Prosiding Seminar Nasional IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, 5, 110-121.

Latief, H., Robani, A., Kamarudin, M. F., & Rozikan, R. (2021). Becoming The State-Funded Madrasah Or Retaining Autonomy: The Case Of Two Madrasahs In Kelantan. QIJIS (Qudus International Journal of Islamic Studies), 9(1), 1-36.

Latif, M. A. (2022). Problematika Implementasi Kurikulum Pesantren di Madrasah Aliyah Fathul Hidayah. EDU-RELIGIA: Jurnal Keagamaan dan Pembelajarannya, 5(1), 77-88.

Musyaffa, F., Khalik, K., Asiah, S., & Idris, I. (2015). Kapita Selekta Pendidikan Dari Makna Dan Analisis. Bandung: CV Oman Publishing.

Maskur, M. (2017). Eksistensi dan Esensi Pendidikan Madrasah di Indonesia. Terampil: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 4(1), 101-119.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis, A Methods SaurcebookMi. London: SAGE Publications.

Muadi, S., Ismail, M. H., & Sofwani, A. (2016). Konsep Dan Kajian Teori Perumusan Kebijakan Publik. Jurnal Review Politik, 6(2), 195-224.

Mulyasa, E. (2009). Manajemen Berbasis Sekolah: Konsep, Strategi, dan Implementasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Permatasari, I. A. (2020). Kebijakan Publik (Teori, Analisis, Implementasi Dan Evaluasi Kebijakan). TheJournalish: Social and Government, 1(1), 33-37.

Pratama, Y. A. (2019). Integrasi Pendidikan Madrasah Dalam Sistem Pendidikan Nasional (Studi kebijakan pendidikan madrasah di Indonesia). Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 10(1), 95-112.

Purnomo, I. M. B. A. (2023). Perjuangan Pasraman Formal agar tetap Eksis sebagai Lembaga Pendidikan di Bali. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 13(1), 274-292.

Ritzer, G. (2012). Teori Sosiologi Modern (Edisi Ketujuh, Terjemahan Alimandan). Jakarta Selatan: Kencana.

Ritzer, G. (2014). Teori Sosiologi, Dari Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Post Modern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sari, D. P. (2020). Factors Influencing Successful Curriculum Implementation in Schools. Journal of Educational Change, 21(3), 345-367.

Smith, D. R., Nixon, G., & Pearce, J. (2018). Bad Religion As False Religion: An Empirical Study Of UK Religious Education Teachers’ Essentialist Religious Discourse. Religions, 9(11), 361.

Sobri, R. (2019). Politik dan Kebijakan: Pendidikan Agama Dan Keagamaan Di indonesia (Analisis Kebijakan PP No 55 Tahun 2007). Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 109-124.

Soekanto, S. (2012). Sosiologi: Suatu Pengantar. Depok: Rajawali Pers.

Soekanto, S., & Sulistyowati, S. (2013). Sosiologi: Suatu Pengantar (Edisi revisi). Depok: Raja Grafindo Persada.

Suda, I. K. (2017). Pasraman Sebagai Energi Pendidikan Agama Dan Seni Hindu Dalam Dominasi Dan Hegemoni Pendidikan Modern. SOSHUM: Jurnal Sosial Dan Humaniora, 7(3), 364-373.

Suharto, S. (2010). Sosiologi Pendidikan: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rajawali Pers.

Sulistyarini, S., & Dewantara, J. A. (2020). Efektivitas Penggunaan Bahan Ajar PPKn Berdimensi Penguatan Pendidikan Karakter Dengan Contoh Kontekstual. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 17(2), 164-174.

Susan, N. (2009). Sosiologi Konflik, Teori-Teori Dan Analisis. Jakarta: Prenada Media Grup.

Sutriyanti, N. K. (2020). Persepsi Masyarakat Hindu Terhadap Keberadaan Pasraman Formal Di Bali. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 10(1), 235-260.

Suyono, S. (2020). Persepsi Berbagai Strata Sosial Masyarakat Terhadap Pasraman Formal. PASUPATI: Journal of Hindu Studies & Education, 7(2), 155-164.

Turama, A. R. (2020). Formulasi Teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons. EUFONI: Journal of Language, Literary and Cultural Studies, 2(1), 58-69.

Wahyudi, W. (2012). Dinamika Pendidikan di Era Modernisasi. Bandung: Alfabeta.

Winanti, N. P. (2021). Pasraman Sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Budaya Dan Spiritual. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 5(2), 106-114.

Yahya, F. A. (2015). Problem Manajemen Pesantren, Sekolah Dan Madrasah: Problem Mutu Dan Kualitas Input-Proses-Output. El-Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 93-109.

Yuliati, L. (2013). Efektivitas Bahan Ajar IPA Terpadu Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMP. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 9(1), 53-57.

Downloads

Published

01-07-2026

How to Cite

Andi Purnomo, I. M. B., Ariyoga, I. N., Prastya Dewi, N. P. C., & Paramitha Putera, M. D. (2026). Dinamika Sosiologis Pengelola Lembaga Pendidikan Keagamaan Hindu Pasca Keluarnya Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2024 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Widyalaya. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 10(3), 68–86. https://doi.org/10.37329/jpah.v10i3.3990

Similar Articles

<< < 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.