Makna Tradisi Tingkeban Dalam Upacara Manusa Yadnya Sebagai Fungsi Etnopedagogik di Desa Kalirejo, Kendal, Jawa Tengah

Authors

  • Ni Nyoman Sudiani Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta
  • I Wayan Saklit Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta
  • Risnia Kusmiani Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.37329/jpah.v10i1.5076

Keywords:

Tingkeban, Javanese Tradition, Offerings, Manusa Yadnya, Local Culture

Abstract

The Tingkeban tradition is an important ritual in Javanese culture, performed when a pregnancy enters the seventh month. Within the framework of Hindu teachings, Tingkeban can be understood as part of the Manusa Yadnya ceremony, a sacred sacrifice intended for human welfare and honoring new life. Although the tradition seems ancient, Hinduism has not abandoned tradition because tradition or culture is created through mind. Every culture contains values ​​that are beneficial to humanity, but in the modern era, belief in them has faded. Therefore, the values ​​​​in the Tingkeban tradition that is carried out to this day are important to reveal through research. This study aims to uncover the meaning behind the Tingkeban tradition practiced by Javanese Hindus, including the form, meaning, and function of the Tingkeban tradition in Kalirejo Village, Kendal, Central Java. This research is a qualitative study, data collected in the field through interviews, observation, and documentation. The results reveal that each element, both in rituals and offerings, contains spiritual, social, and philosophical meanings that reflect the harmonious relationship between humans, nature, ancestors, and God. The Tingkeban tradition also has a strong social function, including strengthening social relations, fostering a spirit of mutual cooperation, and serving as an ethnopedagogical medium for passing on cultural values ​​to the younger generation. Amidst the rapid flow of modernization, the people of Kalirejo Village continue to maintain this tradition as a cultural identity and community identity, as well as a form of local wisdom that is still alive and relevant to today's society. The conclusion is that the Tingkeban tradition contains noble values ​​that are worth maintaining until now because through this ritual, pregnant women are psychologically calmed which has an impact on fetal development.

References

Alfero, M., & Putra, K. (2025). Makna Di Balik Tradisi Mitoni Dalam Budaya Jawa: Teori Ikonologi–Ikonografi. Jurnal Diwangkara, 4(2), 81–86.

Amri, Y. K. (2025). The Symbolic Meaning of Culture in the Seven-Monthly Ceremony: C. S. Peirce’s Semiotic Perspective. Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru, 8(2), 307–318.

Amrina, L. A. (2024). International Symposium on Javanese Culture: Sajen Selametan Tingkeban: Sebuah Filosofi Masyarakat Jawa. Yogyakarta: Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Asikin, A. (2021). Social Cohesion of Local Wisdom for Plural Communities. International Journal Ihya’ ‘Ulum Al-Din, 23(2), 210–223.

Austiyana, M. (2021). Tingkeban: Javanese Ritual During Pregnancy in Kalisari, Bojonegoro, East Java. Muqoddima: Jurnal Pemikiran Dan Riset Sosiologi, 2(2), 159–176.

Boanergis, Y., & Engel, J. D. (2019). Tradisi Mitoni Sebagai Perekat Sosial Budaya Masyarakat Jawa. Jurnal Ilmu Budaya, 16(1), 49–62.

Damayanti, N. L. A. E. (2020). Pelaksanaan Upacara Magedong-Gedongan Pada Masyarakat Hindu Di Kota Palu (The Implementation of the Magedong-Gedongan Ceremony on Hindu Society in Palu City). Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama Dan Kebudayaan Hindu, 11(1), 60–70.

Debroy, B., & Debroy, D. (2002). Brahmanda Purana (I. W. Maswinara, Ed.; Cet. Pertama). Surabaya: Paramita.

Durkheim, E. (2011). The Elementary Forms of the Religious Life (E. A. Iyubenu & A. Fahrudin, Ed.; Ed. Baru). Yogyakarta: IRCiSoD.

Dziaul Akbar. (2024). Tradisi Mayoran Sebagai Instrumen Penting Dalam Membangun Kohesivitas Sosial Masyarakat Desa Kalipang. Anda: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa, Dan Sastra, 4(4), 13–23.

Erawati, A., Harahap, R., & Wuriyani, E. P. (2022). Kajian Semiotik Pada Tradisi Tingkeban (Tujuh Bulanan) Etnis Jawa Di Desa Persatuan Kabupaten Asahan. Sintaks: Jurnal Bahasa Dan Sastra Indonesia, 2(1), 119–123.

Eviana, J., & Dora, N. (2024). Tradisi Tingkeban Sebagai Etnopedagogik Etnis Jawa. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(3), 3157–3168.

Fathiha, A. R. (2022). Analisis Tindakan Sosial Max Weber Terhadap Tradisi Siraman Sedudo. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Budaya, 4(2), 68–76.

Ferdiansyah, P., & Rumilah, S. (2025). Penggunaan Semiotika Dalam Penafsiran Mitologi Jawa: Kajian Tentang Perspektif Simbol Dalam Tradisi Jawa. Wacana: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran, 23(1), 11–17.

Firmansyah, E. K., & Putrisari, N. D. (2017). Sistem Religi Dan Kepercayaan Masyarakat Kampung Adat Kuta Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(4), 236–243.

Geertz, C. (1992). The Interpretation of Cultures: Selected Essays (4th ed.). Yogyakarta: Kanisius.

Khaerani, Alfiandra, & Faisal, E. El. (2019). Analisis Nilai-Nilai Dalam Tradisi Tingkeban Pada Masyarakat Jawa Di Desa Cendana Kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin. Jurnal Bhinneka Tunggal Ika, 6(1), 64–82.

Khairani, L. (2025). The Symbolic Communication of Kenduri: Ritual Adaptation, Identity Formation, and Social Cohesion in Javanese Diaspora Communities. Jurnal Penelitian, 22(1), 27–42.

Koentjaraningrat. (2010). Manusia Dan Kebudayaan Di Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2018). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Ni Nyoman Sudiani, Sihombing, A. A., Saklit, I. W., & Hemamalini, K. (2022). The Implementation of Brata Śivalatri Values for Human Being in the Covid-19 Era. Vidyottama Sanatana: International Journal of Hindu Science and Religious Studies, 6(2), 235–245.

Ningrum, K. L. S. W., & Arsana, I. W. (2022). Upacara Tujuh Bulanan (Tingkeban) Bagi Ibu Hamil Pada Masyarakat Desa Jubel Kidul Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan. Pacivic: Jurnal Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 2(1), 58–69.

Nuraisyah, F., & Hudaidah. (2021). Mitoni Sebagai Tradisi Budaya Dalam Masyarakat Jawa. Historia Madania, 5(2), 170–180.

Paramita, A. A. G. K. (2021). Filosofi Tirta Sebagai Air Suci Dalam Implementasi Upacara Dewa Yadnya. Widya Katambung: Jurnal Filsafat Agama Hindu, 12(2), 32–40.

Rifa’i, M. (2017). Etnografi Komunikasi Ritual Tingkeban Neloni Dan Mitoni: Studi Etnografi Komunikasi Bagi Etnis Jawa Di Desa Sumbersuko Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan. Ettisal: Journal of Communication, 2(1).

Robiyanti, D. (2025). Tradisi Adat Jawa Tujuh Bulan Pada Ibu Hamil (Tingkeban). Journal Scientific of Mandalika, 6(1), 176–186.

Sinta, S. C., Basri, M., & Kuswanti, H. (2025). Interaksi Sosial Dalam Ritual Adat Dan Gotong Royong Proses Berladang Suku Dayak Tamambalo Apalin Desa Sungai Uluk Palin. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 14(9), 1568–1575.

Sudiani, N. N. (2019). Makna Simbol-Simbol Uparengga Pada Upacara Mekala-Kalaan Dalam Perkawinan Umat Hindu Etnis Bali. Pasupati, 6(2), 147–176.

Sudiani, N. N. (2020). Pencegahan Wabah Covid-19 Melalui Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Pada Anak Usia Dini. Dalam K. A. P. Dewi & J. Simarmata (Ed.), Book Chapter Covid-19: Perspektif Pendidikan. Bali: Yayasan Kita Menulis.

Sukaryo, R. L., Krismiyanto, A., Edwin, P., & Paska, I. N. (2024). Makna Tradisi Tumpeng Dalam Budaya Jawa Dan Relevansinya Bagi Penghayatan Perayaan Ekaristi Di Paroki Maria Ratu Damai Purworejo Malang. Jurnal Ilmu Agama Dan Kebudayaan, 24(2), 118–127.

Syam, T. (2017). Symbolism of Javanese Culture. Dalam H. Daulay et al. (Ed.), Proceedings of the 2nd International Conference on Social and Political Development (ICOSOP 2017). Paris: Atlantis Press.

Tanzela, S. I., & Evianty, R. (2025). Semiotic Analysis of the 7-Month “Mitoni” Ritual in Javanese Tradition. Asian Journal of Applied Education (AJAE), 4(2), 125–144.

Trisnawati, A. A. A. (2025). Makna Upacara Magedong-Gedongan Dan Sarananya. Jakarta: RRI.

Ulya, I. (2018). Nilai Pendidikan Dalam Tradisi Mitoni: Studi Tradisi Perempuan Jawa Santri Mendidik Anak Dalam Kandungan Di Pati, Jawa Tengah. Edukasi Islamika: Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 116–130.

Weber, M. (2013). Teori Dasar Analisis Kebudayaan (A. Yusuf, Ed.; Cet. II). Yogyakarta: IRCiSoD.

Wijayanti, N. P. S., Murti, I. W. I. W., & Dharmawan, I. G. A. (2024). Candi Bentar Monumen Religius Hindu (Suatu Kajian Filosofis). Widya Katambung: Jurnal Filsafat Agama Hindu, 15(2), 76–84.

Yasa, I. N. K. (2024). Tradisi Upacara Tiga Bulan Menurut Agama Hindu Di Bali. Jurnal Nirwasita, 5(1), 75–87.

Yekti, V. W. S., Rudagi, R., & Jamurin. (2025). Pergeseran Nilai-Nilai Budaya Dan Tradisi Dalam Upacara Tingkeban Pada Masyarakat Suku Jawa Di Nagari Padang Canduh Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(3), 343–352.

Downloads

Published

07-01-2026

How to Cite

Sudiani, N. N., Saklit, I. W., & Kusmiani, R. (2026). Makna Tradisi Tingkeban Dalam Upacara Manusa Yadnya Sebagai Fungsi Etnopedagogik di Desa Kalirejo, Kendal, Jawa Tengah. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 10(1), 209–221. https://doi.org/10.37329/jpah.v10i1.5076

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.