Otoritas Dinas Lingkungan Hidup Terhadap Pengawasan Pembuangan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Kabupaten Kotawaringin Timur Berdasarkan Hukum Normatif Dan Syariah

Authors

  • Tohirokhi Minallah Universitas Islam Negeri Palangka Raya
  • Surya Sukti Universitas Islam Negeri Palangka Raya
  • Muhammad Lutfi Setiarno Universitas Islam Negeri Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.37329/kamaya.v8i4.5059

Keywords:

Supervision, Effluent, Palm Oil Mill, Normative Law, Sharia

Abstract

The management of palm oil mill effluent (POME) in East Kotawaringin Regency has become a crucial issue due to its potential to cause water pollution and ecosystem degradation. Discharging effluent that exceeds quality standards not only violates statutory regulations but also contravenes Islamic principles prohibiting environmental damage (fasad fil-ardh). This study aims to analyze the authority of the Environmental Agency (DLH) in supervising the disposal of palm oil mill effluent based on normative law and to examine its alignment with environmental law principles from the perspective of Sharia. The research employed a normative juridical method with a qualitative approach, utilizing legal analysis of statutory regulations, Islamic environmental jurisprudence literature, and field data obtained through interviews and document analysis. The results indicate that normatively, DLH holds full authority to conduct routine inspections, collect effluent samples, enforce administrative sanctions, and provide guidance to companies. However, the implementation of supervision faces challenges such as limited human resources, insufficient budget, and low industry awareness. From the Sharia perspective, such supervision aligns with the human responsibility as khalifah (steward) on earth to preserve the environment and prevent damage. In conclusion, the effectiveness of effluent supervision requires strengthening institutional capacity, increasing legal awareness based on Sharia values, and fostering active community collaboration to achieve a clean, healthy, and sustainable environment in accordance with both positive law and Sharia principles.

References

Astuti, R. (2022). Community Based Monitoring Dalam Peningkatan Efektivitas Pengawasan Lingkungan. Jurnal Pengelolaan Lingkungan, 8(2), 150–162.

Hadi, A., Prakoso, D., & Lestari, S. (2022). Teknologi Pengolahan Limbah Cair Industri Kelapa Sawit Berbasis Anaerobic Pond. Jurnal Teknologi Lingkungan, 23(1), 45–58.

Hidayat, M., & Khalika, S. (2019). Validitas Laporan Pengelolaan Limbah Sawit Dan Tantangan Pengawasan. Jurnal Industri Hijau, 5(2), 101–112.

Ikhwan, M. (2019). Digitalisasi Sistem Pengawasan Limbah Cair Berbasis IoT. Jurnal Teknologi dan Informasi Lingkungan, 4(3), 122–135.

Maulana, R. (2023). Evaluasi Pelaksanaan Pengawasan Lingkungan Pada Industri Kelapa Sawit. Jurnal Kebijakan Lingkungan, 11(1), 66–80.

Marchlewska, M., et al. (2022). Environmental Governance Capacity In Developing Regions. Environmental Management Review, 19(3), 200–215.

Meijaard, E., et al. (2020). Integrating Community Monitoring In Environmental Governance. Environmental Conservation, 47(4), 245–257.

Miller, S., & Josephs, P. (2019). Budgetary Constraints And Environmental Regulatory Enforcement. Journal of Environmental Policy, 14(2), 90–108.

Nugroho, A., & Yuliani, S. (2022). Tantangan Pengawasan Lingkungan Hidup Di Daerah Perkebunan Sawit. Jurnal Administrasi Publik, 17(1), 55–70.

Nurhidayah, L. (2011). Mekanisme Penegakan Hukum Administrasi Lingkungan. Jurnal Hukum Lingkungan, 8(2), 112–128.

Pratama, R., & Ridwan, M. (2021). Pemanfaatan Iot Dalam Sistem Monitoring Limbah Cair. Jurnal Teknologi Hijau, 9(2), 77–89.

Putra, A. (2022). Pengawasan Limbah Industri Kelapa Sawit di Kalimantan Tengah. Jurnal Sumber Daya Alam, 7(1), 33–47.

Ramadhan, F. (2023). Analisis Kualitas Effluent POME dan Dampaknya Terhadap Badan Air. Jurnal Ilmu Lingkungan, 21(1), 88–102.

Rahman, F. (2021). Prinsip Fikih Lingkungan Dalam Pengelolaan Limbah Industri. Jurnal Fikih Kontemporer, 6(2), 99–115.

Satria, A. (2023). Larangan Fasad dan Prinsip Keberlanjutan Dalam Syariah: Studi Kasus Lingkungan. Jurnal Syariah dan Hukum, 12(1), 40–55.

Saputra, R., & Ahmad, Z. (2021). Dampak Pencemaran Limbah Industri Terhadap Kualitas Air Sungai. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(2), 110–118.

Santosa, B. (2020). Peran Kapasitas Teknis Pengawas Dalam Efektivitas Penegakan Hukum Lingkungan. Jurnal Hukum & Kebijakan Publik, 5(2), 130–143.

Wijaya, D. (2022). Analisis Pencemaran Air Akibat Limbah Industri: Pendekatan Ekotoksikologi. Jurnal Ekologi Tropis, 14(1), 55–70.

Sucipto, H. (2014). Penegakan Hukum Administratif Dalam Perlindungan Lingkungan Hidup. Jurnal Hukum Lingkungan, 2(3), 77–90.

Satria, Y. (2023). Larangan Fasad dan Penerapan Kaidah La Dharar Dalam Pengelolaan Lingkungan. Jurnal Hukum Syariah, 11(1), 44–58.

Downloads

Published

25-11-2025

How to Cite

Minallah, T., Sukti, S., & Setiarno, M. L. (2025). Otoritas Dinas Lingkungan Hidup Terhadap Pengawasan Pembuangan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Kabupaten Kotawaringin Timur Berdasarkan Hukum Normatif Dan Syariah. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 8(4), 234–242. https://doi.org/10.37329/kamaya.v8i4.5059

Issue

Section

Articles