Eksistensi Ritual Tabuh Rah dalam Kehidupan Keagamaan Di Desa Dukuh Kecamatan Kubu Karangasem

(Perspektif Teologi Kebudayaan)

Authors

  • I Wayan Sunampan Putra Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

DOI:

https://doi.org/10.37329/jpah.v9i4.4677

Keywords:

Existence of Tabuh Rah, Religious Life, Cultural Theology

Abstract

Tabuh rah (traditional Balinese music) is a Balinese cultural tradition present in religious activities. Its development has sometimes undergone dynamics, but unlike in Dukuh village, tabuh rah still exists as a religious activity in yadnya ceremonies. To address this issue, a study was conducted aimed at analyzing tabuh rah from a cultural theology perspective. This is because tabuh rah, as part of Balinese culture, reflects a theological dimension. The research employed qualitative research, with data collection using observation, interviews, and documentation. The analysis revealed that tabuh rah exists for various reasons, including theological, sociological, and cultural reasons. Tabuh rah is typically performed during dewa yadnya and bhuta yadnya ceremonies. Tabuh rah, as a cultural practice with a theological dimension, demonstrates the concept of cultural theology. Based on this analysis, it can be concluded that Balinese culture is intertwined with theological aspects, thus presenting the concept of cultural theology. This cultural theology concept can certainly contribute to cultural preservation and strengthen theological understanding.

References

Angel, W. W., Sinaga, R. M., & Arif, S. (2019). Tabuh Rah pada Ritual Yadnya Masyarakat Bali di Desa Balinuraga Kecamatan Way Panji. PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah), 7(2).

Apriyanti, P. S., & Yuwono, E. S. (2023). Gambaran Motivasi Pelaku Tajen: Sebuah Tradisi Sabung Ayam di Bali. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 2(5), 2191-2206.

Arsani, N. K. A. J., Atmadja, N. B., & Putra, N. M. (2025). Manajemen Pemangku Pada Pura Agung Jagatnatha Di Kabupaten Buleleng, Bali. Widya Dana: Jurnal Penelitian Ilmu Agama dan Kebudayaan, 3(1), 33-45.

Artadi, K. (2009). Kebudayaan Spiritual. Denpasar: Pustaka Bali Post.

Atmadja, N. B., Atmadja, A. T., & Ariyani, L. P. S. (2015). Tajen di Bali Perspektif Homo Complex. Denpasar: Pustaka Larasan.

Bainudin, B., Wulandari, K. R., Syafi`I, A. H., Magara, I., Ustiani, U., Irawan, I., Hamzaini, H., Taufik, Y., Prayogi, A., Muahammad, O. A., Matitaputty, J. K., & Silubun, H. C. A. (2025). Mosaik Peradaban Interaksi Manusia Dan Kebudayaan. Padang: CV. Gita Lentera.

Dharmayuda, I. M. S. (2018). Kebudayaan Bali: Pra Hindu, Masa Hindu dan Pasca Hindu. Denpasar: CV Kayumas Agung.

Dharmika, I. B., Suatama, I. B., Wirawan, I. G., & Sukarma, I. W. (2021). Tabuh Rah: Simbolik Harmonis dengan Alam Semesta. 7th ICIIS: Achieving Resilience and Ensuring Sustainable Future, 215-222.

Elvis, M. (2018). Penerapan Teologi dalam Kebudayaan. Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan), 7(2), 201-216.

Erawati, N. M. P. (2024). Filsafat Tari Dalam Kebudayaan Bali. Widyadari, 25(1), 173-182.

Gunarta, I. K. (2019). Transformasi Tabuh rah Menjadi Tajen Di Desa Adat Batur Rening Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung Provinsi Bali: Kajian Teologi Hindu. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 3(2), 127-134.

Gunawijaya, I. W. T. (2025). Esensi Ajaran Bhujangga dalam Tradisi Ritual Masyarakat Batur: (Kajian Teologi Hindu). Jurnal Penelitian Agama Hindu, 9(3), 133-148.

Indriani, N. P., Relin, D. E., & Sena, I. G. M. W. (2025). Teologi Hindu Dalam Yoga Bhuwana Prawerti Tradisi Watukaru Di Pasraman Seruling Dewata. Pangkaja: Jurnal Agama Hindu, 28(1), 48-57.

Kharisma, F. T., & Puger, I. G. N. (2024). Tajen Dan Pelestarian Ayam Kampung. Daiwi Widya, 11(1), 134-155.

Kniten, I. P. P. P., & Gunanta, P. I. N. (2005). Tinjauan Tabuh rah dan Judi. Surabaya: Paramita.

Mileh, I. N., & Pidada, I. B. A. (2022). Tajen dan Peristilahannya. Kulturistika: Jurnal Ilmu Bahasa dan Budaya, 6(1), 38-46.

Miles, M. B., & Huberman, A. (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia.

Nensy, A. S. (2025). Implementasi Pemenuhan Nafkah Pada Keluarga Generasi Sandwich Di Yayasan Diniyah Pekanbaru Perspektif Sosiologi Keluarga. Doctoral Dissertation, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Parascita, N. K. H. (2021). Eksistensi Upacara Mecaru Godel Pada Upacara Bhuta Yadnya Di Desa Adat Tegalasah Kaja, Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli (Perspektif Pendidikan Agama Hindu). Doctoral dissertation, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

Pujiastuti, T. (2024). Kajian Semiotika dalam Mitologi Balim: Orang Dani Menyapa Perang, Upacara Perdamaian, dan Strategi Perang Suku Sebagai Unsur-Unsur Kebudayaan: Semiotic Study in Balim Mythology: the Dani People Review War, Peace Ceremonies, and Tribal War Strategies as Elements of Culture. Kibas Cenderawasih, 21(2), 125-132.

Putera, G. N. K., Handoko, H., Dharmawan, I. G. A., Sana, I. N. L., & Gunada, I. W. A. (2025). The Concept of Tri Guna in Strengthening Character Education Based on Hindu Sacred Teachings in the Modernization Era. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 9(3), 55-67.

Putra, I. W. S., & Heriyanti, K. (2025). Dinamika Budaya Megibung Dalam Kehidupan Keagamaan Dan Sosial Di Desa Dukuh Karangasem-Bali. Widya Sandhi, 16(1), 17-27.

Putra, I. W. S., Made, Y. A. D. N., & Windya, I. M. (2024). Makna Relief Pura Dalěm Kělod Sangsit Sebagai Media Pembelajaran Teologi Hindu. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 7(3), 31-45.

Putra, I. W. S., Made, Y. A. D. N., & Windya, I. M. (2024). Teologi Kebudayaan Pada Relief Pura Dalêm Sangsit Desa Sangsit Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng. Sphatika: Jurnal Teologi, 15(2), 175-186.

Putrajaya, I. G., & Satria, P. J. (2022). Analisis Hukum Pidana Terhadap Judi Tajen Berkedok Tabuh rah Berdasarkan Hukum Positif Indonesia. Doctoral Dissertation, Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Restu, A. H., & Sa'adillah, A. E. (2025). Makna Nilai dan Fungsi Kebudayaan Islam Jawa dalam Kesenian Selawat Gembrungan di Dukuh Purwosari, Desa Gelanglor, Kabupaten Ponorogo: The Meaning of the Values and Functions of Javanese Islamic Culture in the Selawat Gembrungan Art in Purwosari Hamlet, Gelanglor Village, Ponorogo Regency. Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan, 20(1), 83-98.

Suryawan, I. G., Aprilia, N. N., & Yanti, N. L. G. M. (2024). Eksistensi Tari Pendet Lanang Dalam Piodalan Di Pura Puseh, Dusun Bajing, Desa Tegak, Klungkung. Sphatika: Jurnal Teologi, 15(1), 80-93.

Tillich, P. (2002). Teologi Kebudayaan: Tendens, Aplikasi & Komparasi. Yogyakarta: IRCiSoD.

Wiguna, P. A. K., & Hengki, I. G. B. (2023). Penertiban Judi Tajen Berkedok Tabuh rah di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Karangasem. Jurnal Hukum Mahasiswa, 3(2), 989-1003.

Wiranata, A. A. G. (2023). Pranan Caru dalam Upacara Pembersihan di Kabupaten Pulang Pisau. Widya Katambung, 14(1), 45-56.

Wirawan, K. I. (2025). Pergeseran Konsepsi Kuburan Pada Masyarakat Hindu Bali: Antara Tantra, Calon Arang, dan Wacana Populer. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 9(1), 16-26.

Yasa, I. M. A. (2022). Ritual Megocek Taluh Pada Upacara Pujawali Pura Maksan Banjar Pajang (Perspektif Agama Hindu). Jurnal Penelitian Agama Hindu, 6(2), 89-105.

Downloads

Published

29-08-2025

How to Cite

Putra, I. W. S. . (2025). Eksistensi Ritual Tabuh Rah dalam Kehidupan Keagamaan Di Desa Dukuh Kecamatan Kubu Karangasem: (Perspektif Teologi Kebudayaan). Jurnal Penelitian Agama Hindu, 9(4), 254–266. https://doi.org/10.37329/jpah.v9i4.4677