Pendangan Ulama Kabupaten Grobogan Terhadap Pelaksanaan Murur Dan Tanazul Pada Musim Haji 2024

Authors

  • Luk Luul Marjanah Universitas Islam Negeri Walisongo
  • Abdul Sattar Universitas Islam Negeri Walisongo
  • Vina Darissurayya Universitas Islam Negeri Walisongo
  • Hasyim Hasanah Universitas Islam Negeri Walisongo
  • Kurnia Muhajarah Universitas Islam Negeri Walisongo
  • Abdul Razaq Universitas Islam Negeri Walisongo

DOI:

https://doi.org/10.37329/kamaya.v8i2.4152

Keywords:

Pendapat Ulama, Murur, Tanazul

Abstract

This study aims to analyze the views of Grobogan Regency scholars in addressing the murur and tanazul schemes in the 2024 Hajj season. The addition of a quota of 20,000 is an exciting space for Muslims in Indonesia. Complex problems that often occurred in the previous Hajj season related to the accumulation of pilgrims in certain areas such as Muzdalifah and Mina, the increase in the quota given but the lack of space provided made its own concerns for the Indonesian government, especially on the health of the congregation. The research method uses a qualitative method with a descriptive approach. The data collection technique uses interviews that have primary sources from the clerics of MUI, NU, and PDM Grobogan Regency. The informants in this study were selected using purposive sampling technique, namely selecting informants who have knowledge and experience related to the murur and tanazul schemes in the 2024 Hajj season. The results showed that the scholars of Grobogan Regency agreed with the existence of the murur and tanazul schemes in the 2024 Hajj season, with the criteria for the murur scheme being elderly, high-risk, and companion pilgrims, while the tanazul scheme is intended for pilgrims who have strong physical health, because it requires extra energy to walk back to the lodgings because there is no transportation intended for pilgrims who want to do tanazul, only Raudhah and Syiyah lodgings kare.

References

Al-Bugha, M. (2018). Fikih Manhaji Fikih Lengkap Imam Asy-Syafi’i. Yogyakarta: Pro-U Media,

Amrurozi, S. (2016). Analisis Pemahaman Masdar Farid Mas’udi Tentang Ayat Waktu Pelaksanaan Haji. Semarang: Universitas Islam Negeri Walisongo.

Chusnul, H. (2023). Pandangan Ulama Kota Semarang Terhadap Pelaksanaan Miqot Bagi Jemaah Haji Indonesia. Semarang: Universitas Islam Negeri Walisongo.

Dhani, A. (2024). Kriteria Ulama Pembaharu Islam: Studi Atas Kitab Al-Ulama Al-Mujaddidun Karya KH Maimoen Zubair. Tarikhuna: Jurnal Sejarah Peradaban Islam, 4(01).

Fajriani, A. A., Yarmunida, M., & Idwal, B. (2023). Dampak pembatalan Keberangkatan Haji Pada Masa Pandemi Di Kemenag Kota Bengkulu. Jurnal Ilmiah Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi Islam (JAM-EKIS), 6(1), 1-17.

Faqih, M., & Hasanah, H. (2024). Model Pembinaan Manasik Jamaah Calon Haji Lansia Di KBIHU NU Kota Semarang Dalam Menghadapi Musim Haji Tahun 2024. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan, 18(3), 1726-1735.

Hadi, M. (2024). Kebijakan Tanazul Bagi Jamaah Haji. Metro: Institut Agama Islam Negeri Metro.

Hakim, L. (2018). Tuntunan Manasik Haji dan Umrah. Jakarta: Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI

Junaidi. (2024). Hasil Ijtima Ulama VIII Berikan Panduan Haji di Muzdalifah dan Mina, Salah Satunya Mabit dengan Murur. MUI Digital. https://mui.or.id/baca/berita/hasil-ijtima-ulama-viii-berikan-panduan-haji-di-muzdalifah-dan-mina-salah-satunya-mabit-dengan-murur.

Karim, A., Maulani, M., Nurani, Q., & Qaaf, M. A. (2024). Murur Sebagai Wujud Moderasi Dalam Pelaksanaan Ibadah Haji. Khazanah Multidisiplin, 5(1), 88-104.

Mulyono, E., & Rofi’ie, H. A. (2010). Buku Lengkap Dan Praktis Haji Dan Umroh. Jogjakarta: Bening.

Mundzir, M. (2021). Metode Penetapan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (Analisis Penggunaan Qawaid Fiqhiyyah sebagai Dalil Mandiri dalam Fatwa). The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law, 2(1), 1-18.

Nasih, A. M. (2013). Lembaga Fatwa Keagamaan di Indonesia (Telaah Atas Lembaga Majlis Tarjih dan Lajnah Bathsul Masail). De Jure: Jurnal Hukum dan Syar'iah, 5(1).

Nisaurrahmah, I. (2024). Persepsi Jemaah Haji Kendal Terhadap Pelayanan Trasportasi Selam Puncak Haju Tahun 2023. Semarang: Universitas Islam Negeri Walisongo.

Noor, M. (2018). Haji dan umrah. Jurnal Humaniora Teknologi, 4(1).

Putuhena, S. (2007). Historigrafi Haji Indonesia. Yogyakarta: LKiS Peangi Aksara

Romzi, M. (2012). Ulama dalam Perspektif Nahdlatul Ulama. Religió Jurnal Studi Agama-Agama, 2(1).

Rosihon, A. (2024). Murur di Muzdalifah: Solusi Terbaik. Bandung: UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Sagir, A. (2024). Skema Tanazul dalam Haji (Upaya Keberpihakan Pemerintah kepada Lansia). Banjarmasin: UIN Antasari Banjarmasin.

Sattar, A., Murtadho, A., Hasanah, H., & Darissurayya, V. (2021). Implementasi Desain Manasik Haji Alternatif Pembelajaran Manasik Calon Jamaah Haji Kota Semarang. Semarang: Fatawa Publishing.

Shadiq, G. M., Jalaluddin, J., Azhari, F., & Hamdi, F. (2024). Telaah Metodologi Istinbath Dan Corak Hukum Islam Lembaga-Lembaga Fatwa Di Indonesia (LBMNU, Majelis Tarjih Muhammadiyah Dan Komisi Fatwa MUI). Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 2(2), 684-699.

Downloads

Published

29-03-2025

How to Cite

Marjanah, L. L., Sattar, A., Darissurayya, V., Hasanah, H., Muhajarah, K., & Razaq, A. (2025). Pendangan Ulama Kabupaten Grobogan Terhadap Pelaksanaan Murur Dan Tanazul Pada Musim Haji 2024. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 8(2), 77–90. https://doi.org/10.37329/kamaya.v8i2.4152